
Nama ku Adela,tinggal disebuah kota yang memiliki sejuta cerita yaitu di Garut.Sekarang duduk di kelas pamungkas di SMA atau bisa dibilang kelas XII.Semua kisah cinta yang cukup rumit berawal dari rasa penasaran.Dan inilah kisahku.
Kring...kring...kring suara notifikasi HP di jam 8 malam semua orang tau,anti bagiku untuk membalas chat dari orang lain,satu kontak pun hanya dengan keluarga dan teman-teman satu kelas saja,sehingga aneh rasanya mendapat pesan dai orang yang tidak di kenal.Ini aneh sebelumnya tidak pernah mendapatkan notifikasi chat dari siapa pn,karena belajar adalah nomor satu HP hanya digunakan untuk belajar dan komunikasi pun hanya dengan keluarga dan masalah pelajaran.Lalu,aku membuka pesa itu tidak tau apa yang membuat penasaran ,setalah dibaca dia mengatakan"hai...boleh kita kenalan namaku Ilham?".Dengan mudahnya aku menjawab"iya tentu boleh".Berawal dari penasaran kita mulai saling kenal dan akhirnya kita memutuskan untuk bertemu tidak tau apa yang terjadi,tetapi saat melihat senyumnya,cara bicara dan tutur katanya yang lembut,aku sadar telah jatuh cinta.
waktu terus begulir chatingan setiap hari,pergi jalan atau hanya sekedar untuk jajan di pinggir jalan.Rasa cintaku bukanlah cinta yang bertepuk sebelah tangan,tapi ini adalah cinta yang terbalaskan.Dia meminta izin untuk main kerumah aneh rasanya karena sebelumya belum pernah ada teman laki-laki yang datang kerumah.Tidak tau apa yang dipikirkannya,tapi dia cukup lama menatap diam dalam kebisuan kesunyian seisi ruang tamu begitu terasa.Akhirnya,dia bicara"mari kita jadian?".Oh my God this is like dream,dan untuk kesekian kalinya aku menjawab iya dengan mudahnya.
Jam berganti har,hari berganti bulan sampai akhirnya kita sudah menjalin hubungan selama 3 bulan tidak pernah ada masalah besar yang menerpa,tapi suatu hubungan bukan berarti akan selalu berjalan dengan mulus pasti akan ada masa dimana hubungan itu di uji bukan tidak lain untuk menguji seberapa bisakah kita untuk saling mempertahankan.
Masalah berawal dari kesibukan karena terlalu fokus dengan pelajaran sehingga mengabaikan kalau sekarang aku tidak sendiri.Akan ada saatnya yang menunggu merasa lelah dan itu lah yang terjadi dengan Ilham.Dia mulai lelah dengan cara ku yang tidak memperdulikannya,akhirnya yang di takut kan telah tiba di saat mulai hati dia kosong dan ketika mulai menemukan apa yang dia cari,hati dia mulai terisi lagi bukan aku yang mengisi nya tapi wanita lain.Tidak ada rasa curiga sama sekali dengan setiap perubahan yang terjadi dengan Ilham karena kesibukan ku,dari sikapnya yang mulai berbalik tidak peduli,menjawab chat dengan singkat tidak pernah lagi mengajak keluar rumah.Tapi akhirnya aku sadar dengan perubahan yang terjadi dengan ilham di mulai saat raga dia sedang dengan ku tapi jiwa nya tidak terasa sama sekali ada.
Seiring waktu berlalu semua itu berbalik arah,apa yang ilham rasa kan akhirnya aku bisa merasakan.Itu menyakitkan disaat kita tidak dipedulikan,diabaikan,ada namun tidak terlihat. Tapi,aku masih percaya dan tidak mempunyai kecuriagaan tentang hadirnya wanita pengganti.
Semua orang sudah tahu tentang wanita lain yang dimiliki Ilham selain aku,dan I'm just the only one(hanya aku satu-satunya)yang tidak tahu tentang itu sudah banyak orang yang mengatakan kalau ilham punya yang lain,tapi aku percaya kalau dia tidak mungkin melakukan nya dia pria baik,dia mencintai ku dengan besar dan tulus jadi tidak mungkin punya pemikiran apalagi sampai melakukannya.
Waktu itu di bawah teriknya matahari depan gerbang sekolah semuanya terasa sunyi karena hanya aku yang ada disana,menunggu ilham karena sudah berjanji akan menjemput.Tetapi,detik berubah menjadi menit dan menit berubah jam sampai akhirnya Senja pun datang Ilham tidak bisa dihubungi,dan aku memutuskan untuk pulang menggunakan angkot.Setelah sampai di terminal melihat dari kejauhan dan mulai memicingkan mata hanya terfokus dengan dua orang yang saling berboncengan di atas sepedah motor penuh keceriaan dan tawa serasa dunia milik mereka berdua,semakin dekat menuju ke arah ku matak mulai membulat besar terdiam sejenak melihat mereka bedua dan yah apa yang dilihat adalah apa yang selamana ini semua orang lihat,untuk pertama kalinya melihat ilham sebahagia itu dan bukan lah Adela yang menjadi alasan kebahagiaan Ilham tapi wanita lain.Untuk pertama kalinya senja terasa sesunyi ini,angin berhembus dengan dingin tepat ke arah mata tanpa sadar air berjatuhan dari mata ke atas pipi tanpa memperdulikan orang yang disekitar, berjalan dengan lambat seakan yang dilihat tadi hanyalah sebuah ilusi saja.
Seiring waktu berlalu semua itu berbalik arah,apa yang ilham rasa kan akhirnya aku bisa merasakan.Itu menyakitkan disaat kita tidak dipedulikan,diabaikan,ada namun tidak terlihat. Tapi,aku masih percaya dan tidak mempunyai kecuriagaan tentang hadirnya wanita pengganti.
Semua orang sudah tahu tentang wanita lain yang dimiliki Ilham selain aku,dan I'm just the only one(hanya aku satu-satunya)yang tidak tahu tentang itu sudah banyak orang yang mengatakan kalau ilham punya yang lain,tapi aku percaya kalau dia tidak mungkin melakukan nya dia pria baik,dia mencintai ku dengan besar dan tulus jadi tidak mungkin punya pemikiran apalagi sampai melakukannya.
Waktu itu di bawah teriknya matahari depan gerbang sekolah semuanya terasa sunyi karena hanya aku yang ada disana,menunggu ilham karena sudah berjanji akan menjemput.Tetapi,detik berubah menjadi menit dan menit berubah jam sampai akhirnya Senja pun datang Ilham tidak bisa dihubungi,dan aku memutuskan untuk pulang menggunakan angkot.Setelah sampai di terminal melihat dari kejauhan dan mulai memicingkan mata hanya terfokus dengan dua orang yang saling berboncengan di atas sepedah motor penuh keceriaan dan tawa serasa dunia milik mereka berdua,semakin dekat menuju ke arah ku matak mulai membulat besar terdiam sejenak melihat mereka bedua dan yah apa yang dilihat adalah apa yang selamana ini semua orang lihat,untuk pertama kalinya melihat ilham sebahagia itu dan bukan lah Adela yang menjadi alasan kebahagiaan Ilham tapi wanita lain.Untuk pertama kalinya senja terasa sesunyi ini,angin berhembus dengan dingin tepat ke arah mata tanpa sadar air berjatuhan dari mata ke atas pipi tanpa memperdulikan orang yang disekitar, berjalan dengan lambat seakan yang dilihat tadi hanyalah sebuah ilusi saja.
Dari sejak kejadian itu selama satu minggu tidak bertemu dengannya,mengirim pesan atau membalas pesannya.Ilham berusaha menemui ku dan akhirnya kita bertemu di persimpangan jalan menuju rumah,dia datang mengahampiri dan mengatakan"ada yang ingin aku bicarakan ayo naik!".Tanpa berkata apa pun hanya menuruti apa yang dia katakan seribu pertanyaan menusuk masuk ke dalam pikiran,ini aneh kita dekat tapi terasa sangat jauh.Sesampainya di kafe yang sering kami berdua kunjungi,duduk bersebelahan saling terdiam tanpa ada yang berkata sepatah kata pun yang terdengar hanya suara pengunjung lain,tenggorokan ku terasa kering menggigit bibir sebisa mungkin menahan agar air mata tidak jatuh.
Ilham pun memulai topik pembicaraan dengan bertanya" sebanarnya apa yang sedang terjadi dengan kita?ini bukan seperti kita yang dulu saling mengenal tapi terlihat asing,saling mencintai tapi seperti musuh yang siap untuk memukul".
melirik ke arah dia menghela nafas terlebih dahulu dan menyinggungkan senyuman namun tampak mata yang berkaca-kaca"kenapa kamu bertanya katakan saja yang sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan,jujur lebih baik kan?"."Apa kamu sudah tau yang sebenarnya?"."oh..tentu jelas tau dengan bola mata ku sendiri melihat persis apa yang sedang terjadi saat itu. Yang kamu lakukan itu JAHAT!! semua ini terjadi karena kesalahan ku,jika sudah tidak ada rasa di hati.Kau hanya perlu mengatakan baik-baik.Jangan dengan cara menghianati,mencari pengganti saat hati mu ku miliki.Sebab,seberapa pun kau ingin pergi.Menghianati, adalah cara paling keji yang tidak bisa aku terima dan hargai".
Ilham membalas apa yang ku katakan dengan penuh harapan"yang kulakukan itu memang salah ,tapi tidak ada niat sama sekali untuk mengganti kan mu adela, mohon beri kesempatan kedua untuk memperbaiki semunya!".Terdiam sejenak untuk berfikir apa keputusan yang kan ku ambil"Ilham bagiku kamu terlalu baik,dan aku mungkin tidak cukup baik bagimu jadi dalam hal memberikan kesempatan kedua maaf ,tidak bisa!".
Pergi meninggalkan Ilham sendiri dan melangkah keluar kafe sebelumnya tidak pernah seberat ini,tapi ini lah yang terbaik bagiku dan baginya.